Semenjak UU ITE diketok DPR, segera di seantero negeri kita gonjang-ganjing. Banyak kalangan yang mendukung, namun tidak sedikit pula yang menolak mentah-mentah. Di kampus pun ikut-ikutan ramai gara-gara UU yang satu ini. Paling tidak di salah satu mata kuliah yang sedang saya ambil semester ini, Etika Profesional. Sejak minggu kemarin sampek tiga minggu ke depan, perkuliahan akan banyak mendiskusikan tentang UU ini.
Saya pribadi, semakin lama dan semakin banyak baca-baca berita dari berbagai media, lama-lama makin jengah juga dengan UU ITE, berikut implikasi dan dampak sosial politisnya yang lama-lama semakin tidak masuk akal. Yang terakhir, yang paling membuat saya terperangah adalah ketika muncul instruksi dari salah satu kementrian kepada isp-isp di indonesia untuk membloking beberapa situs yang ditengarai memuat fim fitna yang heboh itu. Misalnya youtube ( tempat saya donlot video tutorial web development waktu masi cupu dulu
) dan bahkan rapidshare (huhuhu… untung beberapa ebook penting dan paper udah saya donlot
). Ini sih penerapan prinsip generalisasi yang terlalu brutal. Saya ga akan membahas soal filmnya, akan tetapi reaksi yang ditunjukkan atas kemunculan film tersebut ko menurut saya tidak tepat sasaran.
Sekarang, pembaca yang budiman, tolong bantu saya untuk memahami komentar berikut. komentar yang tetap ga bisa masuk di nalar saya dan membuat saya terheran-heran semingguan ini.
Situsnya kita akan blok jika tidak diindahkan. You Tube itu ibarat truk. Film Fitna itu ada di dalam truk. Kan gak mungkin kita edel-edel isi truk, kita blok saja truknya.
Pemahaman awam saya : Oohhh… mungkin penalaran-penalaran seperti ini yang bikin bangsaku ga maju2, lah terus kalo misalnya di dalem truk ada sembako. matilah rakyat kita gara-gara phobia yang berlebihan ma seonggok tai kambing di dalam truk yang penuh sembako. kenapa ga mau sedikit bersusah payah buang tuh tai, ato sekalian aja bersikap dont care ma tai kambing. toh semua orang tau tai kambing tuh kotoran dan ga akan dimakan sama orang-orang yang waras
Bagaimana menurut pembaca sekalian?
Sebenernya saya respek banget sama mantan rektor saya yang skrg jadi menteri tu. Walaupun jaman beliau jadi rektor dulu, banyak kebijakan-kebijakan yang kurang populer bagi mahasiswa. Namun saya gak mau menutup mata, banyak juga kebaikan yang beliau bawa bagi institusi kami. Sama halnya ketika sekarang beliau menjabat menteri, saya kagum ma kinerja beliau. LIhat saja industri telekomunikasi sekarang, menurut saya lebih berpihak pada konsumen. Banyak tarif tarif yang ga penting dipangkas. Sayang kebijakan-kebijakan di sektor internet kurang populer, dan saya sendiri belum menemukan sedikit pun pembenaran atas kebijakan-kebijakan tersebut.
p.s for My Minister : Silahkan ganyang itu youtube, tapi tolong beri situs pengganti yang memiliki konten lebih bertanggung jawab dan memiliki keragaman yang setara dengan situs yang Anda blok. Boleh akses ke Rapidshare ditutup, tapi sekali lagi tolong, beri solusi nyata dengan menyediakan situs hosting file pengganti yang isinya dijamin bermanfaat, syukur-syukur transfer rate-nya jauh lebih kenceng
Yahhh… sudahlah, sebagai rakyat jelata saya cuman bisa ngucapin Farewell youtube, farewell rapidshare…
Sekian keluh kesah saya
Sumber:
- Notulensi cangkruk di warung kopi “Andre”
- Ringkasan obrolan pojok kampus
- Harian Kompas
- dll…




11 Comments
April 9, 2008 at 1:28 pm
heeeehhh…. saya juga gak ngerti
ibarat mau membunuh tikus, lumbung padinya yang dibakar
April 9, 2008 at 2:56 pm
mestinya kan diajarin, itu tai kambing jng diambil
ambil sembakonya aja…
April 9, 2008 at 7:22 pm
fostingan yang lalu, berkabung juga. wah, sekarang blog ini jadi blog berkabung, mhuehuehuehue…..
ah ya, kemana aja segh kawand? ko ndak fernah kliatan lage?
April 9, 2008 at 11:39 pm
/* itikkecil */
tuh kan… tante ira yang sense of language-nya tinggi aja ga paham
/* edy */
he eh, sepakat. kalo mau sedikit arif, pasti banyak jalannya
/* hoek */
makanya berkabung terus.
halo… halo…
sekarang zaman lagi desperate nih kawand
hehehe kemarin habis taun baru hiatus, mo bikin proposal tugas akhir dolo, eh ga taunya keterusan. begitulah…
April 10, 2008 at 1:04 am
Luk, ati2 lo blogmu engkok di-block pisan soale nyebut-nyebut film fitna.
Lek aku g salah krungu ng TV wingi gak cuma youtube.com yg di-block, tapi nantinya blog2 yg mbahas ttg film fitna jg akan di-block.
April 10, 2008 at 10:31 am
/* amirkovic */
hehehe… suwun wes dielingno cak.
Tapi saya ga bahas filmnya ko, coba ja sampeyan hitung penyebutan film F***a (sensor ah
) cuman ada dua buah. Satu di tulisan saya sendiri, satu lagi pada sitiran komentara Bapak Menteri. Tapi kalo masih aja kena block, ya sudahlah pasrah aja
May 6, 2008 at 12:38 am
[...] Para Member TPC mari kita bersama-sama menghadiri JMP ini. Blogger juga butuh kesehatan jasmani untuk bisa menulis. Sembari Berolahraga, kita juga bisa beramah [...]
May 21, 2008 at 5:42 pm
melu promosi yo luk!
numpang lewat
June 4, 2008 at 4:35 pm
kelakuan “pokoknya” khas petinggi ITS (sekarang sudah mantan seh) ya gitu deh, mau gimana lagi… (cuman bisa do’a)
January 15, 2009 at 6:40 am
Lah trus gimana caranya ngambil ‘Film Fitna’ dari dalam ‘truk’ donk? Kenapa yah selama ini klo polisi melakukan pemeriksaan, contoh aja di dalam truk ada narkoba, kok truknya juga disita. Berarti polisi juga goblok donk? Pernah berpikir begini nggak: waktu kecil kita nabung duit recehan di ‘celengan’ (bahasa Indonesianya apa sih
), pas mo ambil duit kok malah dipecah gara2 frustasi nggak bisa ambil duitnya. Padahal ‘celengan’nya kan nggak salah. Malah jadi korban kebrutalan si empunya, gara2 cuman mo ambil duit.
Youtube udah bisa dibuka gitu loh.
Baca postinganmu aq jadi inget sewaktu dulu ada UU yang mengatur pers. Aq sendiri gak tahu isinya. Tapi yang bikin aq nggak suka adalah ada ‘iklan junker’ kayak gini ‘Telah tiada….kebebasan pers….’ Tindakan yang ‘mengatasnamakan semua orang’, seolah2 semua orang sependapat dengan dirinya.
Pernahkah qta berpikir, bahwa dengan adanya UU ITE, Indonesia mulai diakui dunia, kartu kredit mulai dipercaya dll. UU ITE kan nggak cuman mbahas situs porno dan fitna aja. Itu loh, prosentasenya kecil yang mbahas masalah porno. Lagian, UU ITE itu gak ada bedanya dengan yang UU lainnya yang udah ada. Cuman bedanya UU ITE itu untuk mengatur kegiatan berbasis digital/elektronik/internet. Karena emang dari dulu anggapan orang intenet adalah dunia internet yang bebas tak terbatas. Yang kasihan adalah korban kebebasan itu sendiri (ex: aktivitas hacking yang merugikan, pencurian data2 rahasia dll). Tapi orang nggak ada bisa menuntut karena 2 alasan utama: susah mencari pelaku n nggak ada payung hukumnya. Cuma itu kok. Jangan ambil sisi negatifnya aja.
BagiQ semua yang baik aq dukung. Yang nggak baik itu yang nggak aq dukung. Aq sih oke2 aja dengan UU ITE. Tapi klo ada penyimpangan dengan UU ITE (ex: pemanfaatan razia oleh oknum2 tertentu) itu yang aq nggak suka, malah bikin aq benci.
“Yang baik di dunia ini lebih sedikit dari yang buruk karena banyak yang baik diburuk2kan. Kenapa nggak membaik2kan yang buruk saja, daripada mempermasalahkan yang udah baik?”
January 15, 2009 at 9:29 am
/* iroel */
Cak Iroel, sepurane cak. menurutku analogi yang sampeyan sebutkan kurang tepat. kalo masalah narkoba dalam sebuah truk, polisi menyita truk tersebut dalam rangka pemeriksaan to!? karena sudah barang tentu mencari seonggok narkoba dalam sebuah truk yang penuh tumpukan barang relatif cukup sulit, setelah ketemu ya udah. paling2 truknya dijadikan barang bukti, dan sudah tentu pula barang2 lain yang diangkut akan didistribusikan dengan menggunakan angkutan lain.
nah kalo masalah ngeblok you tube, kan content-nya udah jelas tu. trus untuk apa diblok address-nya. yang saya garis bawahi di sini adalah, sikap overreaktif dan cenderung overakting yang ditunjukkan melalui kebijakan tersebut.
btw, aku sepakat ma pandangan sampeyan mengenai UU ITE, cuman maklum lah cak, waktu nulis artikel ni “baju”-nya masih mahasiswa, sukanya terbawa emosi.
damai cak yo damai